DAERAHRagam

Ditengah Pandemi Yudhi Saputra Jabat Dekan Termuda di Indonesia

Denpasar, JARRAKPOS.com – Meskipun ditengah pandemi tidak ada alasan untuk tetap berkarya, hal tersebut dibuktikan oleh Ns. I Gusti Ngurah Made Yudhi Spautra, S.Kep., M.M. dilantik Dekan Fakultas Ilmu – Ilmu Kesehatan oleh Rektor Universitas Bali Internasional (UNBI) Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD- KHOM pada Kamis 29 Juli 2021. Pria kelahiran Badung 28 Agustus 1991 terpilih sebagai dekan dalam pemilihan dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bali Internasional

I Gusti Ngurah Made Yudhi Saputra yang kerap disapa Yudhi bisa dikatakan sebagai Dekan Termuda di tanah air, memiliki prestasi yang cukup gemilang. Dalam kepemimpinannya, pihaknya mendukung program pemerintah Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, merupakan kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yg bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan penyesuaian kurikulum sehingga lulusannya bisa diserap dunia kerja. Upaya itu dalam memastikan Fakultas Ilmu – Ilmu Kesehatan UNBI memasuki revolusi 4.0 yang sudah mengarah digital. Dengan adanya pandemi Covid -19, momentum tranformasi digital yang lebih cepat sehingga dosen – dosen bisa lebih lihai menggunakan teknologi.

Baca juga:  Mengenal Dekat Komunitas Transpuan Srikandi Panyawangan, Pembela Hak Kesetaraan Kaum Minoritas Kuningan

“Padahal sebelum pandemi, pembelajaran lewat teknologi (e-learning) sulit diterapkan sepenuhnya oleh Indonesia, tapi pandemi telah memaksa sektor pendidikan termasuk UNBI bersasis digital, kecuali mata kuliah yang memerlukan praktek. Yudhi terlahir dari pasangan I Gusti Putu Sukarteja dan Ni Ketut Watri akan berupaya mengabdi yang terbaik kepada institusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selama ini, pihaknya bekerja terinspirasi dari sosok Prof. I Made Bakta yang merupakan mantan Rektor UNUD, perguruan tinggi negeri tertua di Bali. Pelajaran yang diterima dari Prof Bakta sungguh berharga sejak bekerja sebagai Pegawai Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia maupun Sekretaris Rektor Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali yg saat ini telah naik status menjadi Universitas Bali Internasional (UNBI)

“Keberhasilan itu diraih juga, tidak terlepas dari pengalaman pahit dalam hidupnya,” ujar Yudhi yang tinggal di Jero Tanjung, Br. Kaja Kangin, Desa Cemagi, Kec. Mengwi Badung.

Sejarah hidupnya penuh tantangan karena lahir prematur umur 5 setengah bulan dalam kandungan, sehingga saat itu berjuang dari dua lobang hidung, satu lobang untuk oksigen dan satu lobang untuk nutrisi.

Baca juga:  Pertama di Asia Tenggara, Haydrink Berbahan Dasar Kelor Hadir di NTT

Untuk itu, kehidupannya cukup beruntung bisa selamat dari kelahiran seorang prematur, sehingga selama pendidikan selalu jadi jawara dan memang berbagai perlombaan akademik dan non akademik.

Bahkan pernah saat kelas 1 SD diminta untuk ke TK terlebih dahulu, mengingat saat itu meskipun kemampuan akademik mampu tetapi secara umur dan fisik belum cukup sehingga di bawa ke TK.

Setelah itu baru kembali ke SD, tetapi bakat kepemimpinannya sudah diasah sejak TK, dan sekarang dirinya baru menyadari bahwa sejak TK sampai perguruan tinggi hampir selalu jadi ketua kelas.

Sedangkan hobi yang digeluti ketika SD yakni menulis Bali dan menggambar, SMP bidang vokal dan memasuki bangku SMA baru beragam keahlian dipelajari termasuk pernah mewakli kab.badung dalam lomba dharma wecana ke tingkat Prov. Bali

Yudhi menempuh pendidikan TK Dwi Kumara Cemagi (1997 — 1998), SD Negeri 2 Cemagi (1998 — 2004), SMP Widya Bhuana Munggu (2004 — 2007), SMA Negeri 2 Mengwi (2007 — 2010), Prodi S1 Keperawatan STIKes Wira Medika PPNI Bali (2010 — 2014), Prodi Profesi Ners STIKes Wira Medika PPNI Bali (2014 — 2015), Magister Manajemen Universitas Pendidikan Nasional (2015 — 2017) dan kini sedang aktif sebagai Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FK UNUD.

Baca juga:  Musda HMI Badko Jawa Timur Belum Selesai

Mengawali karie sebagai Pegawai Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia (2015 — 2016), Sekretaris Rektor Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali (2016 — 2019), Dosen Program Studi Administrasi Rumah Sakit UNBI (2017 — saat ini), (Wakil Dekan Fakultas Ilmu — Ilmu Kesehatan UNBI (2019 — 2021), Direktur Utama PT Bali Internasional Press (2020 — saat ini) dan Dekan Fakultas Ilmu — Ilmu Kesehatan UNBI (2021 — saat ini). Di luar jabatan tersebut ternyata sosok yg sering disapa rah yudhi dilingkungan tempat tinggalnya ini juga dipercayai dalam memimpin beberapa tugas khusus universitas oleh Rektor (Prof Made Bakta), seperti konsultal akreditasi, konsultan marketing, pembina unit inkubator bisnis, dan Ketua Tim Khusus dalam hal pengembangan institusi seperti penyusunan program studi baru, perubahan bentuk perguruan tinggi dan sebagainya. tra/JP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button