Gerakan Suksma Bali Ciptakan Pariwisata Berkualitas Internasional


Denpasar, JARRAKPOS.com – Upaya meningkatkan pelayanan pariwisata di Bali, sebagai destinasi harus dijaga baik seperti halnya lingkungan maupun SDM demi meningkatkan pelayanan dunia pariwisata menjadi berkualitas dunia internasional. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua I DPP Indonesia Hotel General Manager Associatiaon (IHGMA), I Made Ramia Adnyana, SE.MM yang mengatakan dengan terbentuknya Suksma Bali 2019 di Hotel Soverign, Jumat (30/8/2019), sebagai pelestarian lingkungan karena Bali sebagai pulau kecil penuh dengan berbagai budaya dan spritual.

1Bl#Bn-20/8/2019

Selain itu, Made Ramia menambahkan pertanian dan perdagangan umum, pariwisata adalah sumber penggerak kehidupan masyarakat Bali. Sementara itu, sektor pariwisata Bali eksis, karena keunikan budaya masyarakat Bali dan dirasakan faktanya karena taksu tanah Bali yang sakral. Industri pariwisata menjadi hulu bagi bisnis-bisnis lainnya termasuk pula menjadi hulu bagi destinasi pariwisata lainnya di Indonesia. “Keberadaan budaya Bali yang menjadi daya tarik pariwisata Bali adalah kunci strategis yang patut dihargai. Oleh karena itu industri pariwisata harus terlibat ikut serta melestarikannya, sehingga tercipta ajeg Bali dan industri pariwisata yang berkelanjutan,” ucapnya.

Baca juga : Berkedok KEK Kepariwisataan, LSM JARRAK Pertanyakan Dukungan Koster Disinyalir Memuluskan Reklamasi Pulau Penyu

General Manager Sovereign Hotel ini melanjutkan berdasarkan aspirasi itu, Paiketan Krama Bali mengambil inisiatif untuk mewujudkan sebuah karya nyata dengan harapan semua stakeholders. “Gerakan terima kasih kepada Bali ini kami namakan Suksma Bali yang kami rancang menjadi acara tahunan tetap dan diharapkan ke depan bisa menjadi tradisi tambahan bagi masyarakat khususnya di kalangan industri pariwisata maupun non pariwisata,” katanya, seraya ditambahkan Ketua Suksma Bali Yoga Iswara yang mengatakan, melalui Suksma Bali, pelaku industri pariwisata dan non pariwisata Bali diharapkan menjadi lebih solid dan dekat dengan masyarakat.

3b#Ik-14/6/2019

Dijelaskan melalui gerakan Suksma Bali, industri pariwisata dan non pariwisata Bali diharapkan selalu sadar akan fungsi strategis dan peran budaya Bali. Suksma Bali diharapkan dapat menciptakan kebersamaan yang lebih kuat sesama warga Bali dan masyarakat yang berdomisili di Bali dari berbagai elemen. Suksma Bali adalah manifestasi refleksi dukungan kepada budaya, lingkungan dan seluruh masyarakat Bali. Dengan gerakan Suksma Bali yang berkesinambungan diharapkan tercipta destinasi Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan,” paparnya. Sementara itu, Plt. Kadispar Bali, I Putu Astawa menyambut baik gerakan Suksma Bali ini dan diharapkan akan menjadi event tahunan Bali untuk bagaimana menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pulau Bali.

Baca juga : Bali Tak Butuh Akomodasi Pariwisata Baru di Pelabuhan Benoa

Ketua Paiketan Krama Bali, AA. Suryawan Wiranta juga menyebutkan Suksma Bali ini memiliki taksu yang amat kuat sehingga patut didukung oleh semua stakeholder Bali. “Berterima kasih atau ber-suksma Parahyangan, suksma Palemahan dan suksma Palemahan merupakan bentuk pengimplementasian Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan karma dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia,” bebernya sekaligus berharap seluruh Stakeholder pariwisata dan non pariwisata mendukung penuh program ini. Tiga kegiatan utama tahun ini yang pertama adalah berpartisipasi dalam kegiatan world cleanup day pada 21 September 2019. “Kita akan bersama sama melakukan upaya bersih-bersih di 9 kabupaten/kota se-Bali,” tandasnya. tra/ama