NEWS
Konflik Internal di OPM: Kubu Sabinus Waker Dituduh Rampok Jubir TPNPB Sebby Sambom

Jayapura, JARRAKPOS.com – Tampaknya faksi-faksi atau kubu-kubu di tubuh OPM (Organisasi Papua Mereda) tidak akur lagi alias pecah. Sebagai bukti jurubicara TPNPB Sebby Sambom diduga kuat dirampok oleh kubu internal OPM sendiri.
Bahkan terkait perampokan uang senilai Rp 177 juta, jurubicara TPNPB Sebby Sambom menganggap Sabinus Waker mencoba menciptakan konflik baru dengan tuduhan terhadapnya, menuduh rekayasa dan menikmati uang sendiri di tempat tersembunyi Sabut (6/2/2021)
Lewat pernyataannya di media sosial, Sebby menuduh bahwa ada kepentingan yang sedang dilakukan oleh Sabinus Waker terkait kasus tersebut.
“Saya curiga dia (Sabinus Waker) punya kepentingan. Keterlibatannya justru hanya akan memperpanjang masalah yang saya alami. Untuk apa dia memprovokasi dan melakukan tuduhan-tuduhan yang aneh,” ujar Sebby.
Terkait perampokan yang dialaminya, Sebby kembali mengaku bahwa perampokan benar benar ada, bukan rekayasa seperti yang di lempar sabunus Walker. “Saya pastikan perampokan tersebut justru melibatkan salah satu anggota orang Papua saya kenal,” tegas Sebby.
“Saya (sebelumnya) dirampok oleh salah satu anak Papua, saya juga kenal dia. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi, dan yang terpenting bukan tidak mungkin ada keterlibatan dengan Sabinus sendiri,” cerita Sebby.
Sebby menegaskan bahwa uang yang dibawanya untuk digunakan dalam keperluan diplomasi melihat kedudukannya sebagai jubir, oleh sebab itu Sebby meminta kepada Sabinus Waker untuk tidak mudah menuduh dengan tuduhan yang merugikan itu bukan uang makan anggota
“Jangan menuduh kami dengan opini yang tidak benar, kami tidak mungkin menikmati uang itu sendiri, saya sebagai jubir juga berjuang atas nama Papua,” ujarnya.
Namun Sebby mengatakan bahwa kasusnya tidak akan dibawa ke ranah hukum, pasalnya Sebby menyadari jika status kehadirannya di negara tersebut akan dianggap ilegal.
“Kasus ini tidak akan dilaporkan ke polisi, nanti kami cari solusinya. Karena saya disini juga ilegal. Bahkan saya sendiri hanya dianggap sebagai warga negara yang tidak diakui,” pungkasnya. tim jarrakpos.com/jmg/*
You must be logged in to post a comment Login