OLAHRAGA
Mosi Tak Percaya Tak Digubris, 17 Pengcab Sebut “Ada Udang Dibalik Peyek”
Medan – Sejumlah 17 Pengcab PRSI se Sumut mengungkapkan kekecewaannya terhadap PB PRSI.
Luapan kekecewaan itu akibat ketidakprofesionalan dalam menangani mosi tak percaya yang disampaikan 17 pengcab se Sumut.
Mosi tak percaya mereka sampaikan menyusul terpuruknya prestasi cabor akuatik yang dinakhodai Muchrid Nasution.
Kemudian, mereka menggelar musprovlub, namun PB PRSI tak mengakui mereka.
Bahkan, ke 17 pengcab tersebut menyampaikan surat mosi tak percaya saat dilaksanannya Rakerda PRSI Sumut di Medan, 20 Agustus lalu. Tapi, PB PRSI bungkam, meski sempat dihadang 17 pengcab ketika mereka (utusan PB PRSI) akan meninggalkan acara Rakerdasu
“Ketua PRSI Sumut sudah di Musdalub kan 17 Pengcab PRSI Kabupaten / Kota. Kok PB PRSI jadi pengecut dan tidak berani memberi Jawaban. Saya anggap PB PRSI itu seperti ‘banci’ dan tak profesional, kata Lotung Sinaga Ketua PRSI Toba, Senin (5/9)
Tudingan miring juga di alamatkan pada Pengprov PRSI Sumut menyusu pembekuan terhadap pengcab PRSI Toba dan T Balai.
“Alasan apa pengprov membekukan kepengurusan PRSI Kab. TOBA yg belum habis periodenya.
Dan PB. PRSI juga saya anggap tak punya nyali karena tidak mengubris surat Mosi tak percaya yang dibuat oleh rekan Pengcab PRSI 17 kabupaten / kota”, kata Lotung.
“Ada apa ya PB. PRSI dan juga KONI Sumut terhadap Muchrid Nasution
Ada Nepotisme Kah. Ada Saudara Kah.
Padahal selama 4 tahun periode beliau, Team Akuatik Sumut tidak pernah maju alias terpuruk”ujarnya.
Kekecewaan yang sama juga disampaikan Ketua PRSI T Balai Yusuf.
“Saya kecewa, dimasa kepemimpinan Muchrid terkesan tak bijak dalam mengambil keoutusan dan beliau saya anggap tak bernyali dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang saya berikan terkait tentang “Pembekuan PRSI T Balai. Kok jawabannya “Saya tidak mau jawab.” kata Yusuf.
Dalam hal ini, Yusuf menganggap PB.PRSI terkesan “Tutup Mata” dalam menganalisa serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi khususnya di PRSI Sumut.
“Karena sampai saat ini kami belum mendapat jawaban yang logika baik dari Pengprov maupun dari PB.PRSI terkait masalah pembekuan tersebut”.
“Belum lagi masalah prestasi akuatik yang drastis menurun. Harusnya ini menjadi PR bagi pengurus.Ada apa ??
Kenapa?. Sepertinya “ADA UDANG DIBALIK PEYEK.”kata Yusuf (malaon
You must be logged in to post a comment Login