EKONOMI
Pemerintah Terus Menjaga Kredibilitas Fiskal dan Kehati- Hatian dalam Mengelola Utang

JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Utang luar negeri (ULN) Indonesia per Januari 2025 tercatat nyaris menembus angka Rp7.000 triliun, dengan Singapura menjadi negara pemberi pinjaman terbesar.
Bank Indonesia melaporkan total ULN Indonesia mencapai US$427,5 miliar atau sekitar Rp6.997 triliun. Komposisi utang tersebut terdiri atas utang pemerintah sebesar US$204,79 miliar, Bank Indonesia US$28,34 miliar, dan sektor swasta US$194,39 miliar.
“Struktur ULN Indonesia tetap sehat dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 30,3%, serta mayoritas merupakan utang jangka panjang,” demikian pernyataan resmi Bank Indonesia.
Dari sisi kreditur, Singapura menjadi negara pemberi utang terbesar dengan total pinjaman mencapai US$54,85 miliar atau sekitar Rp895,12 triliun. Disusul oleh:
• Amerika Serikat: US$27,61 miliar (±Rp450,59 triliun)
• China: US$22,86 miliar (±Rp373,07 triliun)
• Jepang: US$21,83 miliar (±Rp356,26 triliun)
• Hong Kong: US$19,38 miliar (±Rp316,28 triliun)
Selain dari negara-negara tersebut, Indonesia juga menerima pinjaman dari lembaga keuangan internasional seperti Asian Development Bank (ADB), World Bank (IBRD dan IDA), Islamic Development Bank (IDB), dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Dana pinjaman ini banyak digunakan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis nasional dan pembangunan infrastruktur.
Sebagai perbandingan, meskipun utang luar negeri Singapura mencapai lebih dari US$2.100 miliar (rasio utang terhadap PDB 391,1%), negara tersebut tetap mampu mengelola kewajiban finansialnya secara efektif karena fondasi ekonomi yang kuat dan pengelolaan fiskal yang disiplin.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kredibilitas fiskal dan kehati-hatian dalam mengelola utang, guna memastikan kesinambungan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Editor: Feri
Sumber : Update Nusantara
You must be logged in to post a comment Login