DAERAH

Perda Pariwisata Budaya Bali Sangat Sinkron Diterapkan dengan Perda Bahasa dan aksara Bali serta Perda Pakaian adat Bali


Denpasar, JARRAKPOS.com – Ketua ICPI (Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia) wilayah Bali, Dr.Drs.Ec. I Putu Anom B.Sc.M.Par. mengungkapkan pariwisata yang dikembangkan di Bali sesuai Perda, adalah pariwisata budaya yang bersumber dari nilai-nilai luhur agama Hindu agar tercipta keharmonisan sebagai implementasi Trihita Karana. Budaya dalam hal ini tentu budaya dalam arti luas minimal sesuai 7 unsur budaya yaitu sistem relegi (agama) dalam hal ini agama Hindu dengan kearifan lokal baik local wisdom maupun local genius, Kesenian yang tentu menjadi daya tarik wisata utama adalah kesenian masyarakat Bali bernafaskan Hindu.

Seperti halnya bahasa, dalam hal ini bahasa Bali yg sangat perlu dipahami masyarakat Bali mulai dari anak-anak, remaja, dewasa harus paham Bahasa Bali dengan benar, agar mereka tidak kehilangan jatidiri sebagai orang Bali. Demikian pula Sastra Bali yang banyak dimuat pada teks-teks sastra dengan huruf Bali yang ditulis diatas daun lontar maupun buku yang perlu dipahami orang Bali agar sastra dengab tulisan huruf Bali itu penting dipahami karena sumber sastra agama Hindu maupun ilmu-ilmu lain banyak termuat di pustaka-pustaka.

Baca juga:  Kapolres Kuningan, Tampung Keluhan Warga Sindangsari di Giat Jum'at Curhat

Baca juga : Taman Edelweis Bali Gandeng GenPi Buka Peken Edelweis

 

“Huruf Bali sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat Bali dan tentu juga para wisatawan yang berkunjung ke Bali, agar mereka kenal bahwa Bali juga punya huruf Bali yang unik disamping tentu harus paham huruf latin. Lihat saja contoh di negara-negara lain yang selalu mencantumkan huruf lokalnya seperti di Thailand, China, Jepang sehingga menjadi daya tarik yang unik bagi wisatawan karena bahasa dan huruf merupakan peradaban yang wajib dilestarikan,” tuturnya di Denpasar, Senin (12/11/2018).

Baca juga:  Siswa Kelas 3 SD, Nyaris Jadi Korban Percobaan Penculikan

 Jarrak Travel

Anom menambahkan, dalam pakaian adat Bali yang beraneka ragam yang dipakai sesuai fungsinya tentu harus tetap dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus agar mereka punya kebanggaan memiliki pakaian daerah Bali dan justru realita dilapangan wisatawan juga menyukai pakaian adat Bali yang unik dan wisatawanpun banyak yang berminat memakainya sebagai kenang-kenangan dan kebanggaan mereka pernah berkunjung ke Bali. “Tentu masyarakat Bali sebagai pendukung, pemilik dan pelaku budaya wajib melestarikan dan punya kebanggaan kalau berpakaian adat Bali,” imbuhnya.

Baca juga:  Upacara Hari Kesadaran Nasional Dipimpin Wakapolres Magelang Kota

Baca juga :

Makin Digemari Turis Asing, Mulai 2019 Wahana Swing dan Plosotan 90 Meter Goyang Gumuh Sari Rekreasi

Untuk itu Perda Pariwisata Budaya Bali sangat sinkron diterapkan dengan Perda Bahasa dan aksara Bali serta Perda Pakaian adat Bali. Komponen budaya Bali yang lain tetap juga bisa ditawarkan kepada wisatawan seperti sistem mata pencaharian masyarakat Bali dari dulu sampai sekarang, demikian pula Sistem tehnologi dan peralatan hidup serta daya tarik wisata yg lain yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Bali. tra/ama

 
JarrakTravel   JarrakTravel   Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Detected

Matikan Adblok Untuk Melanjutkan