SUARA PEMBACA

Jadi Korban Tabrak Lari, Nenek Kerta Tak Berdaya di Gubuk Tak Layak Huni


Bangli, JARRAKPOS.com – Di usia senjanya Nenek Kerta, warga Banjar Payuk, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli hanya bisa duduk dan berbaring tak berdaya untuk melakukan aktifitas sehari-harinya. Nenek Kerta tinggal di sebuah gubuk yang bisa dikatakan tidak layak huni diatas sebuah bukit yang sekelilingnya terdapat sawah milik warga sekitar. Sebagai korban tabrak lari sepuluh tahun lalu saat berjualan minyak kelapa ke Pasar membuat ruang geraknya terbatas. Saat ini Nenek Kerta dirawat oleh putranya yakni Made Mustika yang bermata harian sebagai pemetik buah kelapa. Made Mustikalah yang merawat nenek Kerta dan membantu untuk memasak serta merawat ibunya sehari-hari. Gubuk yang mereka tinggali pun saat musim hujan tiba banyak bocor dimana-mana. Nenek Kerta juga tidur beralaskan kain seadanya buka tidur di kasur yang empuk seperti masyarakat kebanyakan.

Lm-27/12/2018

Terketuk dengan nasib dan kehidupan Nenek Kerta, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali (KNB) bersama para relawan melakukan kunjungan dan aksi sosial ke kediamannya, Minggu (6/1/2019). Rombongan KNB menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam dari Kota Denpasar. Usai tiba di Pura Puseh di Banjar Payuk mengendarai kendaraan roda dua para anggota dan relawan KNB harus berjalan selama 20 meni melewati jalan setapak untuk menuju kediaman Nenek Kerta. Mereka harus melewati jalan setapak, menemui jurang yang terjal serta naik ke atas perbukitan dan persawahan. Anggota dan relawan KNB bergotong royong membawa donasi dan bingkisan untuk Nenek Kerta meskipun medan begitu ekstrim.

Baca juga :

 

https://jarrakpos.com/2019/01/06/bangun-potensi-lokal-bupati-karangasem-gandeng-yayasan-konstruksi-indonesia-2/

Adapun bantuan yang dibawa oleh Komunitas KNB amanah dari para dermawan diantaranya selimut, sarung kemben Bali, baju , minyak telon, kaos kaki, makanan yang bisa bertahan lebih dari 1 bulan seperti abon ikan, lampu tenaga surya untuk penerangan, uang donasi, dan makan siang untuk Nenek Kerta. Meski sudah uzur, Nenek Kerta dapat berinteraksi dengan anggota Komunitas KNB dengan bahasa Balinya yang begitu kental meski terbata-bata. Raut wajah Nenek Kerta tergambar bahwa dahulu ia merupakan sosok wanita pekerja keras.

Ik-20/12/2018

Made Mustika, anak kandung Nenek Kerta sangat bersyukur dan bahagia Komunitas KNB memperhatikan nasib ibunya. “Matur suksma (red : ucapan terimakasih dalam bahasa Bali) ibu saya diperhatikan, semoga kebaikan adek-adek dibalas Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ucapnya lirih. Salah seorang Anggota Komunitas KNB, Ganang Heruanto saat kegiatan kunjugan dan santunan untuk Nenek Kerta mengatakan bahwa sangat bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk melakukan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh komunitasnya. Ia bersama dengan tim KNB lainnya akan kembali bersama para relawan lainnya berjanji akan kembali lagi menyambangi Nenek Kerta tidak hanya hari ini saja. */ama

 Jarrak Travel

 
JarrakTravel   JarrakTravel   Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Detected

Matikan Adblok Untuk Melanjutkan