NASIONAL

Masih Ragukan Isi Surat Revisi Perpres Reklamasi Teluk Benoa ke Presiden? Silahkan Temui Gubernur Koster


Denpasar, JARRAKPOS.com – Jika masih ragu, Gubernur Bali I Wayan Koster meminta aliansi masyarakat menemui dirinya, mengenai isi surat kepada presiden Jokowi soal revisi Perpres Nomor 51 Tahun 2014 terkait Reklamasi Teluk Benoa. Koster menyatakan, pihaknya mengundang kehadiran orang yang meragukan surat kepada Presiden RI tertanggal 21 Desember 2018 dengan Nomor Surat 523/1863/Sekret/Dislautkan perihal Usulan Perubahan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014.
Ik-19/12/2018
“Kalau mau bertanya silakan datang sendiri temui saya. Tidak perlu berbanyak orang, datang sendiri temui saya,” jelas Wayan Koster di Denpasar. Koster menambahkan, apa yang dikerjakan murni untuk mempertahankan kearifan lokal Bali dengan cara mengajukan revisi Usulan Perubahan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014. Dikatakannya, esensi dalam surat tersebut isinya sama seperti yang telah dirilis ke publik usai surat resminya diserahkan ke Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Jumat, 28 Desember 2018 lalu.

Baca juga :

“Isi surat itu seperti yang telah dirilis ke media saat prescon pada 28 Desember 2018. Masak Gubernur bohong sih,” ujar Koster. Ada 2 hal yang diajukan Gubernur Bali untuk merevisi Perpres No. 51 Tahun 2014 yakni, mengubah Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.
Ik-30/11/2018
Khususnya, yang berkaitan dengan Kawasan Perairan Teluk Benoa di luar peruntukan fasilitas umum seperti pelabuhan, bandar udara dan jaringan jalan, agar ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Maritim untuk perlindungan adat dan budaya maritim masyarakat Bali yang berdasarkan Tri Hita Karana. Kedua, agar memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tidak menerbitkan ijin lingkungan (Amdal) bagi setiap orang yang mengajukan permohonan ijin pelaksanaan reklamasi di Perairan Teluk Benoa di luar peruntukan fasilitas umum yang dibangun pemerintah, karena tidak selaras dengan adat dan budaya masyarakat Bali. ani/ama

 
JarrakTravel   JarrakTravel   Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Detected

Matikan Adblok Untuk Melanjutkan